Tuesday, December 08, 2009

Ferdi, Malaikat Kecilku..

Actually, i want to share my sister’s happiness. And it is true story,,,
I love u my sister, and u...my lovely nephew..Ferdi

enjoy it...




Ferdi, Malaikat Kecilku..

Sudah 7 bulan usia kandunganku ini, dan setiap periksa ke dokter aku selalu melakukan tes USG tuk melihat kondisi bayiku, dan alhamdulilah jenis kelaminya perempuan.

Aku sudah siap lahir dan batin, dan aku sudah siap menunggu bulan2 untuk melahirkannya. Bayi kecilku adalah anak keduaku, setelah Ferdi. Ferdi tumbuh menjadi seorang anak yang lincah dan pintar seperti bapaknya. Dan banyak orang yang memanggilnya kasep, bahasa sunda untuk menyebut bocah laki2 yang ganteng.Aku bangga sekali mempunyai jagoan seperti Ferdi.

Hari-hariku selalu dipenuhi keceriaan, kebahagiaan semenjak ada kehadiranya, walaupun aku agak jengkel, KADANG-KADANG jika melihatnya melakukan hobinya melukis di tembok, lantai, almari dengan menggunakan spidolnya yang berwarna-warni. Tapi aku tak bisa mencegahnya, biarkanlah dia menikmati dunia kecilnya itu.

Malam ini, setelah acara mitoni (acara selametan dalam adat Jawa untuk memperingati usia 7 bulan kandungan), aku dan suamiku telah memutuskan sesuatu, yaitu belajar melatih Ferdi untuk tidak tidur sekamar denganku dan suamiku, karena usianya sekarang sudah 3 tahun lebih 5 bulan, dan dia akan mempunyai seorang adik bayi yang cantik dan mungil
berat hatiku untuk melakukanya, hatiku seperti ditindih sebuah gunung es yang besar, sehingga aku harus memikirkan hal ini matang2.

Dan...akhirnya, rencaana ini pun sudah berlangsung 3 minggu,
Seperti biasa, aku selalu menelepon keluargaku, terutama ibuku, aku menceritakanya
Sedih aku menceritakan ini, aku bercerita tentang dia yang harus tidur sendiri di kamar sebelah, hanya dikelonin boneka spiderman kesayanganya, sebuah mobil mainan plastik yang aku belikan sejak umurnya setahun, dan bantal gulingnya. Tapi sebelum dia tertidur pulas, aku harus menungguinya, dan setelah dia tidur, aku kembali ke kamarku. Tapi aku sedih..
Sedih membayangkan
jika tengah malam dia haus dan meminta susu, kadang hatiku miris mendengar dia menangis, tangisanya meminta dot susunya, karena biasanya dia hanya bilang

‘ibuk, ibuk, yayah, susu, susu Feldi mana’
dan aku lgsg membuatkanya susu

tapi setelah dia tidur sendiri??
Kadang aku tak mendengar permintaanya karena suaranya terhaalang sebuah tembok
apa lagi pas hari pertama sampai seminggu dia tidur sendiri, dia mengataiku jahat. ‘Ibu jahat, ibu jahat’, ya Alloh, aku menangis mendengarnya

tapi bersama berjalanya waktu, Ferdi pun sudah mulai terbiasa tidur sendiri di kamarnya. Kemarin Aku membelikanya sprei gambar mobil2an, dia senang sekali, dan dia mencium pipiku dan MENGUCAPKAN TERIMA KASIH
aku membelikan almari kecil tempat tuk menyimpan bajunya. Dan kamarnya pun terlihat penuh selain berisi kasur, almari dan mainanya, karena disana masih ada meja riasku yang belum sempat kupindah, maklum, rumahku tidak sebesar rumah seperti biasanya, karena aku dan suamiku masih tinggal d asrama kecil, hanya ada 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang makan, 1 ruang keluarga dan sebuah kamar mandi.

Pernah sekali, setelah aku pulang kerja, aku mengintip Ferdi di kamarnya, dia sedang bermain pistol=pistolan yang dibelikan ayahnya, dia loncat-loncat di kasur, dan kadang,,,,,,berkaca,,,,
Tersenyum aku melihatnya...dalam pikiranku, siapa yang mengajarkan hal itu

Lalu kubiarkan dia bermain asik di kamarnya, kusuruh Nia, mbak yg mengasuh ferdi untuk masak air buat mandi ferdi, dan aku pun mandi

******
Malam ini, aku kangen sekali tidur disamping pangeran kecilku itu, dan saat aku berada di kasurnya dan memberikan dot susunya, dia berkata padaku

‘ibuk kan udah punya kasul, kok pindem punya feldi sih’

Ya Alloh, aku tak tau, aku serasa bermimpi mendengar perkataan anaku tadi....tak terasa aku meneteskan air mata, namun ini bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan....
Alhamdulilah...